Jalur Pendakian Gunung Slamet Via Jurangmangu ditutup untuk sementara terhitung mulai tanggal 10 Agustus 2019 sampai dengan waktu yang belum ditentukan.hal ini dilakukan oleh pengelola jalur pendakian untuk menghindari terjadinya hal yang tidak kita inginkan. “sebetulnya kalau kita mengacu pada pres release PVMBG Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi bawa dalam status Level II atau Waspada kita hanya tidak boleh dalam radius 2 km dari kawah gunung slamet” kata Muslih Kepala Basecamp Jurangmangu. tapi kita sepakat dengan pemerintah desa jurangmangu dan juga Bumdes Sinergi Guna Niaga yang mengelola Jalur pendakian bahwa kita tutup untuk sementara waktu sebagaiman surat dari Perhutani Pekalongan Barat yang mengirimkan surat untuk menutup semua jalur pendakian gunung slamet di wilayah kerja KPH Pekalongan Barat.

di tempat terpisah Sugondo Kepaa Desa Jurangmangu membenarkan Penutupan Jalur Pendakian tersebut, memang kondisi saat ini masyarakat tidak bisa merasakan dampak dari naiknya status gunung slamet,karena dalam fase waspada ini hanya tanda tanda yang terjadi berdasarkan analisa kenaikan tingkat keaktifan gunung yang terdeteksi lewat seismograf. tapi kita sepakat sebagaimana himbauan dari pemerintah serta surat dari Perhutani bahwa Jalur Pendakian harus ditutup. lebih lanjut Kepala Desa Jurangmangu mengatakan bahwa Pihak Desa dan Pengelola tidak akan bertanggungjawab terhadap kegiatan pendakian selama masa penutupan ini.


AdminDesa

Tim Kominfo Desa Jurangmangu

Loading Facebook Comments ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dapakan produk produk UMKM Desa Jurangmangu di sini Dismiss